Prof. Soewignjo MD, Phd, Hepatologist is willing to answer any questions or consultations on problems concerning Viral Hepatitis Infections. All questions from proffessional and laymen as well, will be responded as soon as possible.
Questions can be in English or Bahasa Indonesia.
Please no phone call, no sms, email only.

Prof. Dr. dr. Soewignjo, Ahli Penyakit hati, bersedia menjawab pertanyaan dan konsultasi dibidang penyakit hepatitis yang disebabkan oleh Virus. Pertanyaan-pertanyaan yang masuk akan dijawab secepat mungkin.
Mohon tidak menggunakan telepon, sms, hanya pertanyaan lewat email yang akan dijawab.

Regards

Prof. DR. Dr. Soewignjo Soemohardjo, Sp.PD-KGEH
Biomedika Hospital
Bung Karno street Num. 143
Mataram West Nusa Tenggara Indonesia
Email : Soewignjo@gmail.com, klinikbiomedika@yahoo.co.id
Url : https://biomedikamataram.wordpress.com

42 Responses to “Free Consultations”

  1. Taufik Abidin Says:

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Prof. saya mau nanya ttg glukosa darah pada pasien GGK,knpa glukosa darah yg awalnya tinggi semakin lama akan semakin stabil pada pasien GGK??

    1. biomedikamataram Says:

      Ass Wr wb

      Sdr. Taufik Abidin

      Didalam tubuh kita, insulin dipecah di dua tempat, yaitu hati dan Ginjal. Kalau terjadi kerusakan parenchim ginjal maka pemecahan insulin di ginjal menurun akibatnya kadar insulin tubuh akan meningkat dan menyebabkan turunnya gula darah secara spontan bahkan kalau pasien mendapat obat anti diabet ada resiko hipoglikemi.
      Karena itu, pengelolaan pasien diabet dengan gagal ginjal menggunakan obat antidiabetik atau insulin harus berhati hati.

      Wassalam

      Prof. Soewignjo

      1. Taufik Abidin Says:

        Ass Wr Wb
        Terima kasih byk ya Prof. saya baru mengerti sekarang.
        Lalu prof.,saya sering menemukan metode terapi pasien diabetes yang berbeda,ada yang memakai actrapid 3xn2 UI dan novolet mixtard 10-0-10…klo boleh tau,apa beda kedua obat di atas??
        apa indikasi penggunaan actrapid dan mixtard?

        Wassalam.

      2. biomedikamataram Says:

        Sdr Taufik Abidin

        Kita memerlukan Actrapid ( Regular Insulin ) untuk kasus-kasus yang memerlukan kontrol ketat ( Reguler insulin bekerja sampai 6 jam ),dan gula darah cukup tinggi sehingga perlu insulin yang short acting sehingga kurang lebihnya diisi dosisinsulin dapatsegera dikoordinasi.
        Mixtard adalah campuran dari Regular Insulin (Actrapid) + Long acting insulin( Long acting bekerja sampai 12 jam). Dipakai bila tanda gula darah lebih mudah dikendalikan, agar jumlah suntikan dapat dihitung.
        Komponen Regular insulin bekerja langsung, sedang komponen insulin long acting bekerjanya lambat sehingga dapat menjangkau sore hari dan segera disambung dengan mixtard dosis malam yang bekerja sampai pagi.
        Waktu memakai Mixtard harus dikocok dulu supaya homogin
        Mudah mudahan sekarang lebih jelas

        Wass
        Prof. Soewignjo

  2. Dian Says:

    Ma.af Prof,Mau nanyak penyakit hepatits itu menular pada orang yang ada di sekitarnya nggak ???
    Trus penularannya apa secepat kaya TBC itu Prof..Makasih…

    1. biomedikamataram Says:

      Sdr Dian Yth :

      Hepatitis B di tularkan melalui kontak erat antar indvidu misalnya hubungan kelamin,kontak erat dengan anggota keluarga se rumah.
      Dalam hal ini cara menularannya virus belum jelas ,mungkin melalui pemindahan tetesan darah dari penderita pada orang yang di tulari yang biasanya nggak jelas. misalnya melalui sisir .sikat gigi dan handuk yang di pakai bersama
      penularan yang paling cepat adalah penularan melalui pemindahan darah yang jelas misalnya tranfusi darah,suntikan jarum yang tercemar, akupunktur dengan alat yang tidak steril.
      Sifat penularan hepatis B tidak secepat TBC yang di tularkan melalui udara pernafasan yang tercemar oleh kuman TBC jadi jauh lebih lambat. Hubungan erat antara individu baru menular kalau berlangsung bertahun – tahun
      Hepatitis B di tularkan dari ibu hamil yang menderita hepatis B kepada bayi yang di kandungnya .Kenapa anda terlalu takut terhadap penularan hepatis B…?
      Karena penularan dapat di cegah dengan efektif melalui vaksinasi hepatis B yang dapat di lakukan di mana -mana
      Demikianlah saudara Dian mudah – mudahan jelas

      WASS..
      Prof Soewignjo …

  3. Rika Says:

    Assalamualaikum,

    Prof., Saya mau tanya,,,,
    Saya punya benjolan kecil di leher sebelah kiri, tidak sakit sama sekali,,,apakah ini normal ?
    Menurut perasaan Saya dalam dua minggu ini, benjolannya mengecil….

    Terima Kasih.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    1. biomedikamataram Says:

      Ass Wr.Wb,

      Dear Rika

      Semua benjolan itu tidak normal,kutil juga tidak normal karena kutil itu akibat infeksi virus kutil (virus Papiloma ).Sebenarnya perlu di terangkan berapa besar benjolanya,
      saya tunggu tambahan informasinya.

      Wass.

      Prof Soewignjo

      1. Rika Says:

        Assalamualaikum,

        Terima kasih Prof., untuk responnya. Diameter benjolannya sekitar 1 cm. Tetapi sekarang ini benjolannya semakin menipis (tidak seperti awal kemunculannya, sekarang lebarnya masih skitar 1 cm, tetapi tingginya skitar 0.5 cm).

        Terima kasih.

    2. biomedikamataram Says:

      Ass Wr.Wb

      Dear Rika,

      Ada beberapa kemungkinan benjolan di leher anda.Mungkin kelenjar getah bening, mungkin juga tumpukan lemak.Sebaiknya periksa ke dokter ahli bedah atau ahli penyakit dalam.Mudah-mudahan jelas

      Wass

      Prof Soewignjo

  4. Abdul Gafur Says:

    Assalamu’alaikum wr.wb..

    Prof.. beberapa yang hari lalu saya melakukan medical chek up dan hasilnya menunjukkan kalau di hati saya terpapar virus hepatitis B.Berdasarkan hasil lab. GOT : 38 (nilai rujukan <33), GPT : 53 (nilai rujukan <50), Imuno-Serelogi HBsAg : i : 8,79 (reaktif). Dengan kondisi ini apa sebaiknya yang harus saya lakukan Prof? Sementara ini atas saran teman saya mengkonsumsi jamu yang kandungannya salah satunya berupa ekstrak temulawak.

    Wassalamu'alaikum,

    1. biomedikamataram Says:

      Ass.Wr.Wb.

      Sdr Abdul Gafur Yth,

      Saya perlu tahu berapa berat badan dan tinggi badan saudara serta umur saudara untuk mengetahui kemungkinana apakah SGOT/SGPT yang naik disebabkan oleh karena perlemakan hati, disamping itu saudara perlu diperiksa HBeAg dan Anti HBe dan kalau mungkin periksa USG abdomen, sementara ini saudara belum perlu mendapat obat. Obat-obat jamu yang berisi temulawak boleh diminum boleh juga tidak diminum. Kalau sudah ada hasil laboratorium tolong tulis email lagi. Mudah-mudahan jelas.

      Wass.
      Prof. Soewignjo S

  5. Bimo adidan Says:

    Ass war wab.
    Malam Prof. Sy srg mrs sakit d bagian bwh perut sblh kiri n perut trs melilit. kmrn cek urine lekosit +1,darah bilirubin direct 0.9,total 1.6. Lainx normal. Trs Doktr haris beri obat artrilox 15,infix 100. Skrg sdh lumayan jrg sakit lg. Td cek lg d beri obat infix 100,analsik. Mau tny sy sakit ap sebenarx ? Ktx org sblh kiri it ginjal,ap ginjalx yg brmasalah Prof? Trs makann ap aj yg boleh n tidak Prof ? Mohon jawabnx k email sy jg. Terima kasih sebelumx Prof.

    1. biomedikamataram Says:

      Ass. Wr. Wb.

      Srd Bimo Adidan Yth,

      Dari hasil laboratorium belum bisa diambil kesimpulan, mungkin juga infeksi ginjal. Obatnya diteruskan saja. Makanan bebas.

      Wass.
      Prof.Soewignjo

  6. ghea_cute Says:

    Maaf prof, saya ingin menyanyakan tentang sirosis hati yang disertai dengan asites. Pasien dengan asites pada sirosis hati dapat dilakukan tindakan parasentesis. Tetapi dari beberapa pasien yang saya lihat, jarang dilakukan parasintesis. Bagaimana indikasi pelaksanaan parasintesis? terimah kasih sebelumnya

  7. dani Says:

    saya terinfeksi hepatitis b
    obatnya pa saja?
    dan harganya brapa?
    trus klo pake obat tersebut peluang sembuhnya gmana? trima kasih…

  8. Wahyu H,S.Si,M.Kes Says:

    Saya mahasiswa S3 Unair, sedang mempelajari pembuatan strip test untuk demam tifoid menggunakan protein imunogenik. Sehubungan dengan hal itu saya mendapat informasi tentang keahlian prof yang telah berhasil membuat strip tes pd pemeriksaan helicobacter pylori… Apakah prof berkenan untuk konsultasi dan menjadi pembimbing saya…
    Terimakasih banyak Prof
    Wass
    Wahyu

  9. Chika Says:

    Selamat malam prof.

    Prof, saya mau tanya.Kalo Hasil Pemeriksaan Lab:
    HBsAg Positif,
    anti HBs 2.0 IU/L,
    Anti HCV Total Negatif.
    HBV DNA Positif 1.71 x 10^4 Log = 4.23, SGOT dan SGPT normal,
    HBeAg Negatif,
    anti HBe positif,
    hasil USG normal.
    Itu artinya apa ya prof?
    Apakah hasil itu menujukan adanya suatu penyakit? Dan bila ada penyakit, obat yang diberikan apa ya prof?

    Terima kasih

  10. Husni Tamrin Says:

    Saya husni tamrin pasien hepatitis B di RS Biomedika mataram. Beberapa waktu lalu saya cek darah di laboratorium dengan hasil berikut: SGOT 43; SGPT 81; HBsAg(RPHA) 1:8 ; HBeAg(IC) Positif; dan Anti HBe Negatif. Saya sudah konsultasi dengan dr Haris dan diberikan vitamin. Mohon kiranya dokter menjelaskan lebih rinci tentang perkembangan virus ini karena saya masih belum jelas. Apa yang sebaiknya saya lakukan kedepan terutama untuk pengobatan selanjutnya.
    Mohon di balas karena saya sangat was-was dengan penyakit ini.
    Atas perhatian Dokter saya ucapkan terimakasih.

  11. alpian Says:

    Assalamu’alaikum Prof.
    Saya pnderita HVB sejak 2003 ; dgn BB = 70, TG = 165 bberapa hari lalu sya kontrol ke biomedik dgn hsl lab : SGOT = 24,SGPT = 24, HBSAg 1 : 2 ; HBeAg negatif,anti HBe positif, yg juga dilengkpi hasil USG.
    dr.Haris katakan kondisi saya tdk apa-apa, hanya karena sering baca-baca literatur ttg sirosis, saya jadi khawatir. Mohon berkenan prof, memberikan petunjuk bagaimana penyakit sya ini tidak menjadi parah dan apakah ini dapat menginfeksi pada isteri saya atau anak2 saya. Bilahari hasil uji lab isteri saya menunjukkan HBsAg negatif, apakah ini berarti aman. Mhn petunjk

    1. biomedikamataram Says:

      Dear Alpain Muntaha, Keadaan laboratorium anda baik, sudah tidak menular dan tidak ada kecendrungan sirosis. Untuk memastikan seseorang bisa tertular atau tidak harus diperiksa anti HBs. Bila anti HBs positif artinya sudah kebal. Mudah-mudahan jelas. Regards Prof. Soewignjo

  12. Raisa Izzhaty Says:

    Eyang Wignyo, saya Raisa, cucu dari Eyang Wono (jember).
    Begini , saya mengalami sakit pada perut atas bagian kanan (di bagian bawah rusuk).Sebelumnya,saya sempat demam selama 2 hari.setelah diperiksa,hasilnya :

    Thrombosit : 261.000
    S.G.O.T : 41,0
    S.G.P.T : 24,0

    kata dokter yang memeriksa saya sih , hanya kecapekan . Tapi setelah beberapa lama kok sakit di perut ini blom sembuh ?
    setiap menarik nafas, terasa sakit .

    pemeriksaan apa lagi yang harus saya lakukan di lab.?
    mohon saran nya

    terima kasih eyang .
    semoga eyang slalu sehat ..

  13. Ari Says:

    Assalamu’alaikum Prof.
    Saya mau tanya apa penyebab SGPT naik??
    trimakasih

  14. nana Says:

    Selamat mlm Prof.

    Sy tinggal di australia dan dalam kondisi hamil 5 bulan dan baru dapat hasil lab :
    – hepatitis B surface antigen DETECTED
    – hepatitis B s antigen POSITIVE
    – hepatitis B core total Ig DETECTED
    – hepatitis B e antigen NOT DETECTED

    Apa ini artinya Prof? mohon bantuannya. karena kata suami sy dokter disini kurang penjelasannya. Apa sy tidak boleh melahirkan normal dan menyusui? Apa ini bahaya bagi bayi saya?

    Terima kasih.

  15. rian fernando Says:

    Dok saya mau tanya,,,
    Hubungan HbsAg positif dengan kenaikan GOT dan GPT apa dok????

  16. Reddy Says:

    dok saya mau tanya,,
    ketika saya melamar kerja dan melalui proses tes kesehatan,,ternyata hasilnya saya positif hepatitis B,,kemudian saya tes lagi d RS tterdekat dan hasil tes laboratorium tes darah saya tanggal 21 juli 2010, hasilnya
    HBsAG = positif S/CO:89,60
    Anti HBs = negatif :0,0 mIU/ml
    Anti HCV = negatif S/CO:0,52
    SGOT = 20 mU/ml
    SGPT = 20 mU/ml

    apa artinya prof??mohon bantuannya,,,terima kasih

  17. moreno Says:

    prof.. Setelah men­jalani medical chek up saya hasil pemeriksaan lab terbaru menun­jukkan penurunan:

    SGOT 33,
    SGPT 79,
    HBsAg 243,24.
    HBeAg non reak­tif,
    HBV DNA: virus ter­deteksi (6.80×10 pangkat1) dan
    anti HBe Reaktif.

    Apakah dengan hasil ter­sebut saya berkemungkinan besar dapat menegatifkan hbsag? sekarang saya mengkonsumsi liver guard dari nutrimax 3x sehari, lingzhi 3xsehari, madu 3x sehari & klorofil 2x sehari dan tetap berolah raga 3xseminggu. mohon pen­jelasan­nya kembali prof dan
    ter­imakasih banyak.

    1. biomedikamataram Says:

      Dear Moreno, Kesimpulan dari pemeriksaan lab anda termasuk karrier asimtomatik dalam fase non replikatif (jumlah virusnya sedikit). Anda sekarang tidak menular. Tetapi HBsAg tidak akan hilang. Regards Prof. Soewignjo

  18. Erna Says:

    Salam hormat prof :
    Paman saya sudah divaksin hepatitis 3 kali, tetapi menggunakan vaksin untuk bayi, setelah diperiksa Anti HBs nya ternyata hasilnya negatif, Apakah perlu dilakukan vaksinasi ulang?? terima kasih

  19. ami Says:

    Salam Hormat prof.
    Saya di vonis bronkities,tetapi menurut dokter paru bronkities itu tidak apa2 jd tidak perlu pengobatan seperti TBC,tapi dada ebelah kiri saya kadang nyeri,saya takut erkena kelenjar getah bening,apakah dengan cek lab darah dapat terdeteksi terkena kelenjar getah bening atau tidak,.trimakasih atas jawabannya.

  20. sweet Says:

    Salam………saya ingin menanyakan masalah penanganan kaki penderita diabetes agar tidak d amputasi.adakah cara terbaik agar kaki tidak perlu d amputasi,jika kaki sudah d amputasi apakah masih mungkin infeksi menyebar hingga menyebabkan kematian.terimakasih

  21. moreno Says:

    Dok, saya ingin bertanya, Setelah saya menjalani medical chek up untuk melamar suatu pekerjaan hasil pemeriksaan lab menun­jukkan:

    SGOT 31, (seblmnya 45)

    SGPT 70, (sebelumnya 90)

    HBSAg REAKTIF 250 metode MEIA

    HBEAg: NON REAKTIF 0,397

    Anti HBe: REAKTIF 0,56

    HBV DNA: virus ter­deteksi (6.90×10 pangkat1)

    Sekarang saya mengkonsumsi Herbal Temulawak, Meniran dan Sylimarin dlm bentuk kapsul 2x sehari (telah berhasil menurunkan titer SGOT & SGPT)

    Saya ingin menanyakan dapatkah HBeag YANG TELAH NON REAKTIF dapat kembali menjadi REAKTIF, dan apakan Anti HBe YANG TELAH REAKTIF dapat kembali menjadi NON REAKTIF?

    Dan dapatkah penderita Hepatitis B yg belum sembuh dapat kembali terkena untuk kedua kali pada saat bersamaan?

    Mohon pen­jelasan­nya dok dan sebelumnya
    ter­imakasih banyak.

    Wassalam

    1. biomedikamataram Says:

      Dear Moreno,
      Sekarang anda menderita infeksi hepatitis B dengan titer HBV DNA yang rendah sekali (hampir negatif). Biasanya hasil HBsAg dan Anti HBe tidak berubah. Seorang penderita yang masih terinfeksi hepatitis B tidak dapat terkena infeksi lagi.

      Regards
      Prof. Soewignjo

  22. moreno Says:

    Trimakasih atas jawaban Prof yg kemarin..

    Apakah menurut prof saya udh mencapai kesembuhan? dan menurut prof apakah saya perlu menjalani terapi untuk meNegatifkan HBV DNA & HBsag?

    1. biomedikamataram Says:

      Dear Moreno,
      Anda praktis sudah sembuh tidak perlu ada terapi khusus. Mudah-mudan jelas.
      Regards
      Prof. Soewignjo

  23. moreno Says:

    Prof.. Kembali saya ingin menanyakan apakah penderita yg telah mencapai kesembuhan dg HBSag Reaktif dg HBEag Non reaktif & Anti HBE Reaktif dapat melakukan vaksin hepatitis b? seblmnya terimakasih atas jawabannya prof…

  24. moreno Says:

    Prof… Kemarin sore saya kembali melakukan cek darah rutin (setiap satu bulan) karena saya HBsag Reaktif, HBeag Non Reaktif & Anti Hbe Reaktif.. Saya agak kaget dg hasil periksaan tadi krn SGOT, SGPT & Titer HBsag saya agak naik (SGOT 38, SGPT 80& HBsag 520,86) pdhal bulan kemarin (SGOT 31, SGPT 70 & HBsag 168.70)pdhal saya tidak melakukan aktifitas berat apa2.. Apakah kenaikan ini mungkin disebabkan krn saya mengkonsumsi Vitamin E 400 IU dan mengkonsumsi Melantonin Herbal 3 Mg selama beberapa malam ini krn saya mengalami kesulitan tidur ataukan ada penyebab lain dok? perlu diketahui kira2 seminggu sebelum ini saya mengalami diare apakah itu jg ada pengaruhnya dok?
    Untuk Jawabannya saya ucapkan terimakasih…

  25. Mira Says:

    Selamat Siang, Prof.
    Saya ingin menanyakan tentang kriteria diagnosis dari hepatitis kronis di rumah sakit.
    Terima kasih.

  26. Mira Says:

    Selamat pagi, Prof.
    Saya ingin mengetahui tentang dignosis hepatitis kronis di rumah sakit.
    Terima kasih.


  27. Wayan
    Prof, saya ingin bertanya, Setelah saya menjalani medical chek up rutin dengan pemeriksaan lab terakhir saya menun­jukkan:
    SGOT : 30 (sebelumnya 64 turun 25)
    SGPT : 36 (sebelumnya 80 turun 29)
    HBsAg : REAKTIF 352.93 (sebelumnya 274.29)
    HBeAg : NON REAKTIF 0.402 (sebelumnya 0.54)
    Anti HBe : REAKTIF
    HBV DNA : virus ter­deteksi (5.15×10^6 )
    Sekarang saya mengkonsumsi Herbal Temulawak, Meniran dan Liver care dlm bentuk kapsul 2x sehari
    Mohon penjelasannya bagaimana keadaan saya…?Apa arti hasil pemeriksaan lab saya itu…? Apakah saya termasuk penderita Hepatitis kronik aktif…?
    Terapi apa yg harus saya jalani menginggat saya menderita hepatitis B sudah hampir 2 tahun…?
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawabannya

  28. ilham jaya Says:

    Salam sejahtera dok,
    saya pria umur 21 tahun
    baru-baru ini saya cek kesehatan dan divonis terkena hepatitis B dengan :
    HBsAg s/co = 1236.27
    HBeAg s/co = 1648.424

    Apakah penyakit saya sudah parah dok?
    Untuk penyembuhan diperlukan waktu berapa lama?

    Terima kasih

  29. september Says:

    prof…sbnarnya brpa kdar normal GOT dan GPT ??
    mhon bntuan nya dprof..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s