Prof. Soewignjo MD, Phd, Hepatologist is willing to answer any questions or consultations on problems concerning Viral Hepatitis Infections. All questions from proffessional and laymen as well, will be responded as soon as possible.
Questions can be in English or Bahasa Indonesia.
Please no phone call, no sms, email only.
Prof. Dr. dr. Soewignjo, Ahli Penyakit hati, bersedia menjawab pertanyaan dan konsultasi dibidang penyakit hepatitis yang disebabkan oleh Virus. Pertanyaan-pertanyaan yang masuk akan dijawab secepat mungkin.
Mohon tidak menggunakan telepon, sms, hanya pertanyaan lewat email yang akan dijawab.
Regards
Prof. DR. Dr. Soewignjo Soemohardjo, Sp.PD-KGEH
Biomedika Hospital
Bung Karno street Num. 143
Mataram West Nusa Tenggara Indonesia
Email : Soewignjo@gmail.com, klinikbiomedika@yahoo.co.id
Url : http://biomedikamataram.wordpress.com



May 20, 2009 at 10:51 pm
Assalamu’alaikum wr.wb.
Prof. saya mau nanya ttg glukosa darah pada pasien GGK,knpa glukosa darah yg awalnya tinggi semakin lama akan semakin stabil pada pasien GGK??
May 21, 2009 at 7:10 am
Ass Wr wb
Sdr. Taufik Abidin
Didalam tubuh kita, insulin dipecah di dua tempat, yaitu hati dan Ginjal. Kalau terjadi kerusakan parenchim ginjal maka pemecahan insulin di ginjal menurun akibatnya kadar insulin tubuh akan meningkat dan menyebabkan turunnya gula darah secara spontan bahkan kalau pasien mendapat obat anti diabet ada resiko hipoglikemi.
Karena itu, pengelolaan pasien diabet dengan gagal ginjal menggunakan obat antidiabetik atau insulin harus berhati hati.
Wassalam
Prof. Soewignjo
May 21, 2009 at 9:12 pm
Ass Wr Wb
Terima kasih byk ya Prof. saya baru mengerti sekarang.
Lalu prof.,saya sering menemukan metode terapi pasien diabetes yang berbeda,ada yang memakai actrapid 3xn2 UI dan novolet mixtard 10-0-10…klo boleh tau,apa beda kedua obat di atas??
apa indikasi penggunaan actrapid dan mixtard?
Wassalam.
June 1, 2009 at 11:19 am
Ma.af Prof,Mau nanyak penyakit hepatits itu menular pada orang yang ada di sekitarnya nggak ???
Trus penularannya apa secepat kaya TBC itu Prof..Makasih…
June 1, 2009 at 12:17 pm
Sdr Dian Yth :
Hepatitis B di tularkan melalui kontak erat antar indvidu misalnya hubungan kelamin,kontak erat dengan anggota keluarga se rumah.
Dalam hal ini cara menularannya virus belum jelas ,mungkin melalui pemindahan tetesan darah dari penderita pada orang yang di tulari yang biasanya nggak jelas. misalnya melalui sisir .sikat gigi dan handuk yang di pakai bersama
penularan yang paling cepat adalah penularan melalui pemindahan darah yang jelas misalnya tranfusi darah,suntikan jarum yang tercemar, akupunktur dengan alat yang tidak steril.
Sifat penularan hepatis B tidak secepat TBC yang di tularkan melalui udara pernafasan yang tercemar oleh kuman TBC jadi jauh lebih lambat. Hubungan erat antara individu baru menular kalau berlangsung bertahun – tahun
Hepatitis B di tularkan dari ibu hamil yang menderita hepatis B kepada bayi yang di kandungnya .Kenapa anda terlalu takut terhadap penularan hepatis B…?
Karena penularan dapat di cegah dengan efektif melalui vaksinasi hepatis B yang dapat di lakukan di mana -mana
Demikianlah saudara Dian mudah – mudahan jelas
WASS..
Prof Soewignjo …
July 13, 2009 at 10:17 am
Assalamualaikum,
Prof., Saya mau tanya,,,,
Saya punya benjolan kecil di leher sebelah kiri, tidak sakit sama sekali,,,apakah ini normal ?
Menurut perasaan Saya dalam dua minggu ini, benjolannya mengecil….
Terima Kasih.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
July 14, 2009 at 8:42 am
Ass Wr.Wb,
Dear Rika
Semua benjolan itu tidak normal,kutil juga tidak normal karena kutil itu akibat infeksi virus kutil (virus Papiloma ).Sebenarnya perlu di terangkan berapa besar benjolanya,
saya tunggu tambahan informasinya.
Wass.
Prof Soewignjo
July 14, 2009 at 8:48 am
Assalamualaikum,
Terima kasih Prof., untuk responnya. Diameter benjolannya sekitar 1 cm. Tetapi sekarang ini benjolannya semakin menipis (tidak seperti awal kemunculannya, sekarang lebarnya masih skitar 1 cm, tetapi tingginya skitar 0.5 cm).
Terima kasih.
July 14, 2009 at 10:23 am
Ass Wr.Wb
Dear Rika,
Ada beberapa kemungkinan benjolan di leher anda.Mungkin kelenjar getah bening, mungkin juga tumpukan lemak.Sebaiknya periksa ke dokter ahli bedah atau ahli penyakit dalam.Mudah-mudahan jelas
Wass
Prof Soewignjo
July 20, 2009 at 8:21 pm
Assalamu’alaikum wr.wb..
Prof.. beberapa yang hari lalu saya melakukan medical chek up dan hasilnya menunjukkan kalau di hati saya terpapar virus hepatitis B.Berdasarkan hasil lab. GOT : 38 (nilai rujukan <33), GPT : 53 (nilai rujukan <50), Imuno-Serelogi HBsAg : i : 8,79 (reaktif). Dengan kondisi ini apa sebaiknya yang harus saya lakukan Prof? Sementara ini atas saran teman saya mengkonsumsi jamu yang kandungannya salah satunya berupa ekstrak temulawak.
Wassalamu'alaikum,
July 22, 2009 at 8:52 am
Ass.Wr.Wb.
Sdr Abdul Gafur Yth,
Saya perlu tahu berapa berat badan dan tinggi badan saudara serta umur saudara untuk mengetahui kemungkinana apakah SGOT/SGPT yang naik disebabkan oleh karena perlemakan hati, disamping itu saudara perlu diperiksa HBeAg dan Anti HBe dan kalau mungkin periksa USG abdomen, sementara ini saudara belum perlu mendapat obat. Obat-obat jamu yang berisi temulawak boleh diminum boleh juga tidak diminum. Kalau sudah ada hasil laboratorium tolong tulis email lagi. Mudah-mudahan jelas.
Wass.
Prof. Soewignjo S
July 24, 2009 at 9:35 pm
Ass war wab.
Malam Prof. Sy srg mrs sakit d bagian bwh perut sblh kiri n perut trs melilit. kmrn cek urine lekosit +1,darah bilirubin direct 0.9,total 1.6. Lainx normal. Trs Doktr haris beri obat artrilox 15,infix 100. Skrg sdh lumayan jrg sakit lg. Td cek lg d beri obat infix 100,analsik. Mau tny sy sakit ap sebenarx ? Ktx org sblh kiri it ginjal,ap ginjalx yg brmasalah Prof? Trs makann ap aj yg boleh n tidak Prof ? Mohon jawabnx k email sy jg. Terima kasih sebelumx Prof.
July 25, 2009 at 9:00 am
Ass. Wr. Wb.
Srd Bimo Adidan Yth,
Dari hasil laboratorium belum bisa diambil kesimpulan, mungkin juga infeksi ginjal. Obatnya diteruskan saja. Makanan bebas.
Wass.
Prof.Soewignjo
August 10, 2009 at 10:51 pm
Maaf prof, saya ingin menyanyakan tentang sirosis hati yang disertai dengan asites. Pasien dengan asites pada sirosis hati dapat dilakukan tindakan parasentesis. Tetapi dari beberapa pasien yang saya lihat, jarang dilakukan parasintesis. Bagaimana indikasi pelaksanaan parasintesis? terimah kasih sebelumnya
May 22, 2009 at 8:25 am
Sdr Taufik Abidin
Kita memerlukan Actrapid ( Regular Insulin ) untuk kasus-kasus yang memerlukan kontrol ketat ( Reguler insulin bekerja sampai 6 jam ),dan gula darah cukup tinggi sehingga perlu insulin yang short acting sehingga kurang lebihnya diisi dosisinsulin dapatsegera dikoordinasi.
Mixtard adalah campuran dari Regular Insulin (Actrapid) + Long acting insulin( Long acting bekerja sampai 12 jam). Dipakai bila tanda gula darah lebih mudah dikendalikan, agar jumlah suntikan dapat dihitung.
Komponen Regular insulin bekerja langsung, sedang komponen insulin long acting bekerjanya lambat sehingga dapat menjangkau sore hari dan segera disambung dengan mixtard dosis malam yang bekerja sampai pagi.
Waktu memakai Mixtard harus dikocok dulu supaya homogin
Mudah mudahan sekarang lebih jelas
Wass
Prof. Soewignjo